10 Kebudayaan Adat di Indonesia Referensi Destinasi Pesona Indonesia

1. Suku Baduy

Dari sekian banyak suku yang mempertahankan kearifan lokal serta adat istiadatnya di seluruh pelosok Nusantara, tentunya masih terasa kurang jika belum mengenal Suku Baduy Dalam dan Luar. Hingga saat ini, kedua suku tersebut masih memegang teguh nilai kepercayaan dan adat-istiadat dari para leluhurnya sehingga kebudayaan yang dianutnya sulit terkontaminasi dunia luar.

2. Kampung Wae Rebo, Manggarai Nusa Tenggara Barat

Desa Wae Rebo yang berada di Flores, Nusa Tenggara Timur ini bak surga di atas awan. Diperlukan perjuangan untuk dapat mencapai desa ini. Namun, apa yang akan Anda dapatkan saat tiba di lokasi tentunya sebanding dengan perjalanan yang ditempuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Menarik tentang Wae Rebo di Flores", https://travel.kompas.com/read/2018/03/23/153100227/5-fakta-menarik-tentang-wae-rebo-di-flores. Editor : I Made Asdhiana

3. Desa Dayak Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur

Di Samarinda, kamu bisa bersinggungan langsung dengan suku Dayak ini dengan berkunjung ke wisata budaya di Desa Pampang, Samarinda. Lokasi desa ini berada di bagian utara ibu kota provinsi, tepatnya melalui Jalan Poros Samarinda – Bontang, sebelum Bkamura Samarinda Baru, Sei Siring. Begitu kamu menemukan papan nama desa budaya, jaraknya masih 1 kilometer lagi hingga tiba di desa tersebut.

4. Desa Trunyan

desa yang berada di daerah Kintamani ini memiliki tradisi pemakaman yang unik, dimana orang-orang mati di Desa Trunyan dikuburkan secara terbuka di bawah pohon dan diletakan begitu saja diatas tanah.

5. Kampung Naga, Tasik Malaya

terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

6. Desa Kete Kesu, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan

Kete Kesu adalah suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini. Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih

7.Tradisi Bakar Batu di Papua

Tradisi bakar batu merupakan salah satu tradisi penting di Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim (mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku), atau untuk mengumpulkan prajurit

8. Tradisi Gigi runcing suku mentawai

Suku Mentawai, adalah suku yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat. Meski tradisi modern saat ini menggerus peradaban tradisional, Suku Mentawai tetap mempertahankan tradisi-tradisi yang telah ada sejak lama. Beberapa tradisi dan ritual terlihat sangat mengerikan dan menyakitkan, seperti tradisi Kerik Gigi untuk wanita di suku mentawai

9. Tradisi Tabuik, Sumatera Barat

Tabuik adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman. Festival ini termasuk menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol

10. Tari Saman Aceh

Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW